#GEMMA HYDROPONIK

hidroponik-copy
#GEMMAHydroponik merupakan salah satu inovasi teknologi yang dapat memanfaatkan lahan yang terbatas mengembangkan teknologi hidroponik sebagai model budidaya tanaman hortikultura (sayuran). Dengan teknologi ini, sayuran yang dihasilkan berupa sayuran sehat, bersih dan bebas residu pestisida. Teknologi yang digunakan adalah Teknoloi Hidroponik Sistem Terapung (THST).

Menurut Pak Ruswanto (Ketua Program #GEMMAHydroponik), kelebihan hidroponik ini, selain penggunaan lahan yang terbatas, juga karena bisa tumbuh di mana saja dan tak tergantung pada musim. Bahkan di wilayah pesisir dengan iklim panas pun bisa tumbuh dengan baik.

“Bahkan ada yang menanam di atas kapal dan ternyata bisa tumbuh dengan baik. Saya waktu pakai polybag itu kesulitannya cari tanah untuk digunakan menanam, sementara dengan hidroponik cukup menggunakan air yang jumlahnya pun tak begitu banyak.”

Syarat utama hidroponik ini memang pada ketersediaan air, yang bisa berasal dari sumur bor, sisa buangan AC dan bahkan bisa menggunakan air PDAM.

“Ada yang pernah coba pakai air PDAM dan hasilnya baik. Saya sendiri tidak melakukannya karena pertimbangan adanya kandungan kaporit di dalamnya.”

index3

Prinsip Hidroponik

Prinsip pertanian hidropik ini adalah budidaya tanaman yang tidak lagi menggunakan tanah sebagai media tanam, tetapi memanfaatkan air yang telah diberi nutrisi untuk tanaman.

“Airnya itu kita campur nutrisi yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, dari situ lah tanaman mendapatkan makanan sehingga bisa tumbuh baik.”

Menurut Pak Rus, pada dasarnya semua jenis sayuran bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini, baik itu sayuran daun ataupun sayuran buah.

Pak Ruswanto sendiri selama ini telah mencoba berbagai jenis tanaman, beragam jenis sayuran daun, seperti sawi, pakcoi, seledri, kangkung, bayam. Ia juga sudah mencoba sejumlah sayuran buah seperti tomat dan labu, melon, kol dan kembang kol.

Terkait biaya, besarnya tergantung pada sistem hidroponik yang dipilih. Jika menggunakan metode sederhana berupa wig atau sumbu tak membutuhkan banyak biaya karena hanya menggunakan barang-barang bekas, seperti botol-botol plastik dan styrofoam.

Dengan metode yang sudah menggunakan teknologi, seperti DFT atau NFT, biayanya cukup besar sebagai investasi awal. Untuk membangun instalasi DFT, Takdir membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta, dengan syarat dikerjakan sendiri atau tanpa menggaji orang lain untuk mengerjakannya.

“Untuk  membuat seperti yang di depan rumah ini saya menggunakan 6 batang pipa yang harga totalnya Rp600 ribu. Lalu ada atap dan rangka sekitar Rp2 juta-an. Kemudian pompa aquarium 20 watt yang harganya sekitar Rp150 ribu. Sisanya untuk pembelian netpot dan medium penyemaian.”

indexvsdv

Berawal dari Facebook

Menurut Pak Ruswanto, ketertarikannya pada pertanian organik ini berawal dari artikel dan foto-foto yang diperolehnya di Facebook terkait urban farming dua tahun silam.

“Saya lihat banyak postingan teman-teman memamerkan kebun hidroponiknya. Saya paktekkan lalu difoto dan kemudian upload di Facebook sambil bertanya caranya. Serta rutin pula mengikuti Seminar-seminar tentang Hydroponik”

Meski tak memiliki basis pendidikan pertanian, Pak Rus mengakui tak begitu kesulitan mempelajari pertanian hidroponik ini. Apalagi ia memang berasal dari keluarga petani. Ia hanya butuh waktu sekitar dua bulan sebelum benar-benar terampil. Ia sempat gagal di awal-awal namun dari kegagalan itu ia justru mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak.

Program #GEMMAHydroponik dari Yayasan GEMMA INSANI INDONESIA mentargetkan lahan yang disiapkan untuk pengembangan sayuran melalui teknologi hydroponik ini sekitar satu hektare. “Saat ini kita lahan yang dimanfaatkan hanya sekitar 10 x 20 untuk dijadikan lahan percontohan,”.

Awalnya program ini tercetus hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan (Yayasan) sendiri maka bisa pakai hidroponik. Lebih sehat dan tanpa biaya besar karena berasal dari kebun sendiri,”. Akan tetapi program kedepan dipaparkan oleh Ketua Umum Yayasan, Pak Arianto berharap tanaman hidroponik ini bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai #WakafLahanProduktif untuk kemaslahatan Ummat. Insya ALLAH

GEMMAPOSTERHydroponik