Kolaborasi dengan AIESEC Universitas Indonesia

Jujur, Penulis baru mengenal AIESEC kurang lebih 2 bulan yang lalu terhitung saat tulisan ini dibuat. Penulis ingin sekali menuangkan pemikiran setelah melakukan Event Kolaborasi dengan mereka. Sebelumnya kita perlu ketahui dulu sekilas tentang AIESEC.

aiesec-ui-logo

Apa Itu AIESEC??

Mengutip dari Wikipedia, “AIESEC is an independent, non-political, and international organization which has as its purpose to establish and promote the friendly relations between the members” (AIESEC adalah organisasi independen, non-politik, dan internasional yang bertujuan meningkatkan hubungan baik anggotanya). AIESEC sendiri merupakan singkatan bahasa Prancis dari Association international des économiques et commerciales (bahasa Inggris: International Association of Students in Economic and Commercial Sciences). Nanti seiring perkembangan waktu, visi-misi AIESEC berkembang sehingga setiap orang boleh daftar, tidak hanya pelajar dibidang Ekonomi atau Bisnis saja. Jadi, singkatan di atas tidak berlaku lagi dan hanya nama AIESEC saja yang tetap dipakai.

Sejarah AIESEC bermula di tahun 1938 ketika pelajar seantero Eropa saling bertukar informasi tentang program magang dan studi yang berkaitan dengan Bisnis dan Ekonomi. Jadi, banyak pelajar melakukan exchange atau pertukaran pelajar ke negara-negara tetangganya. Tapi, semua itu terhenti ketika Perang Dunia II mulai.

Tahun 1944, negara2 Skandinavia yang netral tetap melanjutkan program exchange. Kemudian, beberapa pemuda-pemudi di Stockholm bernama Bertil Hedberg (staf Stockholm School of Economics), Jaroslav Zich (Ceko), Jean Choplin (Prancis), dan Stanislas Callens (Belgia) membentuk organisasi AIESE, yang nantinya bakal jadi AIESEC. Tujuan organisasi itu adalah “to expand the understanding of a nation by expanding the understanding of the individuals, changing the world one person at a time” (kira-kira artinya “memperluas wawasan suatu negara dengan cara memperluas wawasan tiap warganya”). Disini yang membuat saya tertarik! pada masa itu beberapa pemuda-pemudi ini mengambil kesimpulan secara singkatnya, “Kenapa bisa terjadi Perang Dunia?” Jawabnya adalah “Karena tidak SALING MENGENAL”. Baik itu tidak mengenal negaranya, budaya, adat istiadat, kebiasaan, agama atau mungkin tidak mengenal bagaimana cara bercanda serta cara tersinggung akan sesuatu dan masih banyak variabel lainnya.

Hal ini memang tidak bisa dihindari karena memang manusia berbeda-beda! ”Mengapa manusia berbeda-beda?” Pertanyaan ini memang sangat penting. Lalu apa yang membedakan manusia satu dengan lainnya? Yang paling mudah dilihat adalah perbedaan yang tampak dari luar – secara fisik. Perbedaan warna kulit, tinggi atau pendek, gemuk atau kurus, berambut ikal atau lurus. Tapi banyak juga perbedaan antarmanusia yang tidak terlihat. Kita semua punya minat, bakat, dan sifat yang berbeda-beda juga.

Jadi apakah manusia diciptakan berbeda untuk saling menguasai atau mengungguli yang lain? Semestinya tidak. Manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling melengkapi dan dapat saling mengisi, SALING MENGENAL! Kita semua sebagai umat beragama yang percaya akan Tuhan, tentunya meyakini bahwa semua ciptaan-Nya pada dasarnya adalah baik. Manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda agar kehidupan seluruh umat manusia menjadi lebih baik.

 

Seperti Firman ALLAH dalam Surat al Hujurat

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi ALLAH ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. Al-Hujurat: 13)

Cara ini sudah dicontohkan oleh Nabi besar Muhammad S.A.W, beliau membina hubungan intern komunitas muslim dan hubungan ekstern antara komunitas muslim dengan non-muslim didasarkan pada prinsip bertetangga baik, saling membantu menghadapi musuh bersama, membela orang yang teraniaya, saling menasehati dan menghormati kebebasan beragama.

Terwujudnya Piagam Madinah merupakan buktinya. Beliau tidak hanya mementingkan umat Islam, tetapi juga mengakomodasi kepentngan orang-orang Yahudi dan mempesatukan kedua umat serumpun ini di bawah kepemimpinannya. Bagi umat Islam, Nabi Muhammad berhasil menciptakan persatuan dan kesatuan serta persaudaraan di antara kaum muhajirin dan anshar, juga antara suku-suku di kalangan anshar sendiri. Di kalangan anshar, Nabi diakui telah merekat kembali hubungan antarsuku yang sebelumnya selalu bermusuhan.

Terhadap orang Yahudi, Nabi membangun persahabatan dan menghormati keberadaan mereka. Karena bagaimanapun, kaum Yahudi adalah penduduk Madinah juga yang telah tinggal sejak abad pertama dan kedua Masehi, jauh sebelum Nabi berhijrah ke sini. Sehingga tak heran bila kaum Yahudi diberikan kebebasan untuk menjalankan agama mereka. Ditambah lagi kaum Yahudi pun mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad. Hal ini tercermin dari kesediaan mereka untuk meminta putusan atas berbagai perkara kepada Nabi Muhammad S.A.W. Masya ALLAH.. 🙂

AISEC UI Angklung

Bukan tidak mungkin dengan adanya Exchange Participant oleh AIESEC ini dapat membuka wawasan, pemikiran anak-anak muda seantero dunia ini bahwa jika kita dapat saling mengenal, saling memahami maka akan tercipta sebuah peradaban yang Rahmatan Lil ‘Alamin, Selamat dan Sejahtera. Insya ALLAH.. 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *