Berbahaya! Ini 9 Dampak Membentak Anak

Orang tua pasti pernah memarahi buah hatinya terutama ketika anak membuat kesalahan yang bisa membuat jengkel. Memarahi anak dengan membentaknya  termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa memengaruhi psikis anak dan memiliki dampak negatif. Berikut ini adalah 10 dampak yang dapat terjadi akibat membentak anak, yang kami rangkum dari berbagai sumber.

 

1. Membentak dapat merusak anak dapat merusak sistem syaraf.

Membentak anak ternyata memiliki efek negatif yang berat. Pakar mengatakan anak yang sering dibentak oleh orang tua kemungkinan besar akan mengalami gangguan tumbuh kembang.

Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan membentak dapat merusak anak. Kerusakan yang terjadi bisa bertahan hingga anak remaja bahkan dewasa.

“Anak-anak dalam masa tumbuh kembang, artinya saraf-saraf di otaknya juga belum sempurna karena masih dalam tahap pengembangan. Ketika dibentak dengan suara keras itu anak akan terguncang, yang otomatis akan merusak sistem sarafnya” ~Kak Seto.

 

2. Orang tua berteriak kepada anak-anaknya akan terjadi kerusakan struktur otak pada anak.

Menurut Martin Teicher, seorang profesor psikiatri di Harvard Medical School, ketika orang tua berteriak kepada anak-anaknya akan terjadi kerusakan struktur otak pada anak. Pada otak anak yang sering dibentak, saluran yang menghubungkan otak kanan dengan otak kiri menjadi lebih kecil. Hal ini mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Perubahan ini pada saat anak dewasa akan menyebabkan kecemasan, depresi, dan gangguan kepribadian, resiko bunuh diri dan aktivitas otak yang mirip dengan epilepsi.

 

3. Kurang bisa menjadi pendengar yang Baik.

Agar bisa menjadi pendengar yang baik, anak tentu harus tumbuh di lingkungan yang membuatnya berpikir positif. Saat orang tua berbicara dengan nada tinggi terus menerus membuat mereka terganggu dan mengalami gangguan pendengaran.

 

4. Merasa Mendapat Kekerasan Anak Akan Meniru hal tersebut dalam kesehariannya.

“Terbiasa dibentak, apalagi anak pada dasarnya tidak merasa mendapat kekerasan karena hal itu dilakukan orang terdekat seperti orang tua atau saudara, terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih saynag,” terang  psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi, .

Akibatnya, anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya. Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak. Sering mendapat tindak kekerasan baik verbal atau non verbal juga bisa berdampak buruk pada psikis anak.

 

5. Jika orangtua kerap membentak anak, jantung anak akan kelelahan.

Menurut dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si, dokter sekaligus pengajar UKDW, Yogyakarta, denyut nadi seseorang akan berubah-ubah menyesuaikan jenis suara yang didengar.

Apa akibatnya jika orangtua kerap membentak anak dengan nada tinggi? Menurut dr Silvia, jika terus-terusan terpapar suara bernada kasar atau tinggi, jantung akan terbiasa berdetak dengan cepat. Alhasil jantung akan cepat ‘exhausted’ alias kelelahan. Efek yang sama juga terjadi pada mereka yang terus-terusan mendengarkan musik berirama cepat.

 

6. Membentak Anak yang Beranjak Remaja Justru Tak Baik.

Remaja berusia 13 tahun yang kerap dibentaki oleh orang tuanya ternyata memperlihatkan lebih banyak gejala depresi dibandingkan rekan-rekannya yang tidak diperlakukan sama. Hal ini dikemukakan sebuah studi baru yang dipublikasikan jurnal Child Development.

Alih-alih memperbaiki perilaku si remaja, diteriaki atau dibentak orang tua justru sebenarnya akan memperburuk perilakunya.

 

7.Memarahi anak di depan teman-temannya, tingkat kepercayaan Anak Menurun.

Orang tua kerap dijadikan panutan bagi anak, sehingga tanpa disadari kebiasaan Anda akan ditiru oleh mereka termasuk kebiasaan berbicara dengan nada tinggi. Jika anak dimarahi didepan teman-temannya, hal ini tentu dapat mempertaruhkan harga diri mereka saat berada di tengah lingkungan pertemanan.

 

8. Anak jadi kurang inisiatif karena takut salah.

Anak yang sering dibentak dan dimarahi, ia jadi urang inisiatif karena takut salah. Ia hanya melakukan apa-apa saja yang diminta oleh orang tuanya.

 

9. Gangguan Pendengaran.

Agar bisa menjadi pendengar yang baik, anak tentu harus tumbuh di lingkungan yang membuatnya berpikir positif. Saat orang tua sering membentak anak membuat mereka terganggu dan mengalami gangguan pendengaran.

 

Menjadi orang tua tegas, tidak harus dengan marah-marah dan membentak
Psikolog klinis Baby Jim Aditya mengatakan,  Seperti dikutif dari detikhealt (10/09), Jika memang ingin menjadi orang tua tegas, tidak harus dengan marah-marah dan membentak. Tegas bisa dilakukan dengan mengingatkan tanpa harus marah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *